Pada bulan Rabi'ul awal umat islam merayakan sebuah hari yang pada hari itu telah lahir seorang penyempurna akhlak manusia, yakni Nabi Muhammad SAW. Akhlak Nabi SAW menjadi pedoman hidup bagi kehidupan kita sepanjang masa. Apalagi di akhir zaman ini, kehidupan malah jauh dari ajaran Islam. Paling tidak kita harus mengevaluasi diri, tentang kecintaan kepada Islam, kecintaan kepada Rasulullah saw, termasuk perjuangan beliau yang sangat besar manfaatnya untuk kehidupan alam, tidak saja bagi kaum muslimin. Diantara yang wajib kita lakukan adalah mendalami Al Qur'an dan mengamalkan secara konsekwen terhadap segala isi ajaran-ajarannya. Kita pun wajib meneladani akhlak Rasulullah saw dalam kehidupan nyata sebagai seorang muslim. Apapun jabatan yang telah diberikan oleh Allah swt maka kita wajib mengacu kepada akhlak Rasulullah saw. Entah kita ini sebagai rakyat biasa, guru, pendidik, pedagang, birokrat hingga jabatan kepala negara. Sebab, bagaimana mungkin negara ini akan diberi keselamatan oleh Allah swt, bila kepala negaranya ternyata tidak mengikuti akhlak Rasulullah saw. Apa saja kepribadian Rasulullah saw yang wajib kita ikuti?
Minimal ada empat, yaitu siddiq (kejujuran), amanah (dapat dipercaya atau mampu untuk mengemban amanah yang diberikan), tabligh (menyampaikan kebenaran sesuai ajaran Islam yang sebenarnya, dimana yang haq dan yang batil menjadi sangat jelas bedanya), dan fathonah (cerdas atau menguasai bidangnya masing-masing). Disinilah, kita sebagai umat muslim wajib mengikuti akhlak Nabi Muhammad saw sesuai bidang dan jabatannya masing-masing.Karena kalau tidak begitu, maka akan banyak kerusakan di dalam kehidupan ini, seperti kebohongan, kemunafikan, pencurian, tuduh-menuduh, fitnah-memfitnah, memojokkan seseorang yang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Hal-hal seperti itu tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya, sekaligus pula bukan akhlak Nabi Muhammad saw. Untuk di lingkungan sekolah, bagaimana cara terbaik memperingati Maulid Nabi Muhammad saw yang baik?
Paling tidak kita harus mengajak kepada lingkungan sekolah, guru, siswa, orang tua siswa dan seluruh civitas sekolah untuk sama-sama harus mengikuti bagaimana akhlak terpuji yang Rasulullah saw ajarkan. Mulai dari mencari ilmu, dengan ilmu yang bermanfaat. Ilmu diamalkan secara maksimal sesuai dengan yang sudah dipelajarinya. Juga, bagaimana sikap seorang guru terhadap murid, orang tua kepada anak dan sebaliknya, juga orang tua kepada guru dan seterusnya. Semua ini saling terkait, sehingga pada saat lingkungan pendidikan tersebut memperingati Maulid Nabi Muhammad saw, semuanya tetap mengacu bahwa Rasulullah saw adalah seorang pendidik yang sukses untuk membangun dunia ilmu pengetahuan dan dunia kemanusiaan secara sempurna. Karena memang Rasulullah saw itu dahulu juga menjadi seorang pendidik?
Betul. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw itu adalah seorang Proklamator Pendidikan. Karena, beliau langsung diangkat oleh Allah swt sebagai pendidik yang paling sempurna. Bahkan ada hadits Nabi saw yang berbunyi, Rasulullah saw bersabda: "ALLAH SWT TELAH MEMBERIKAN KEPADAKU YANG TERBAIK". Apa yang terbaik itu? Tak lain adalah akhlak, sikap kemuliaan, sehingga bila kita hendak mengikuti akhlak Nabi saw, segala sesuatunya telah dimasukkan ke dalam kandungan Al Qur’an secara utuh. Jadi dengan Maulid Nabi Muhammad saw kali ini, kita harus meneladani akhlak baginda Rasulullah saw?
Betul. Karena memang salah satu akhlak yang paling diangkat ke permukaan oleh Allah swt adalah akhlak Nabi saw. Apalagi, Rasulullah saw sendiri pernah mengatakan bahwa: “SESUNGGUHNYA DIRIKU DIUTUS (OLEH ALLAH SWT) UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAK MANUSIA SECARA SEMPURNA”. Pada zaman Nabi saw dulu, juga banyak terdapat orang-orang yang memiliki kekuasaan dan berkuasa secara penuh, tapi di sisi lain juga banyak terdapat kecurangan dan kezaliman, banyak yang punya harta tapi lupa diri. Dalam kondisi seperti itulah Nabi saw mengajarkan bahwa orang boleh saja memiliki kekuasaan, menjadi pemimpin, dan memiliki harta kekayaan yang berlimpah, tapi harus tetap mengikuti jalur agama yang beliau contohkan. Nabi saw mengajarkan, jadilah orang kaya yang memiliki sikap kedermawanan. Jadilah pemimpin yang adil, bijaksana, mengayomi, dan bukan pemimpin yang hanya mencari keuntungan kekayaan untuk pribadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih sudah berpartisipasi di blog kami!