Diriwayatkan dari Abu Hurairah, yang mendengar Rasulullah bersabda: ”Janganlah kalian dengki (hasad), karena dengki memakan kebaikan seperti api membakar kayu bakar”.
Dengki adalah membenci kebahagiaan orang lain dan berharap kebahagiaan tersebut hilang darinya. Sifat seperti ini haram. Abu Bakar Al-Razi mengatakan bahwa dengki bersumber dari gabungan sifat pelit dan keburukan jiwa. Sifat dengki selalu berharap orang lain tidak boleh lebih dari kita dalam mendapatkan kebaikan, meskipunkebaikan tersebut tidak ia miliki. Sifat dengki adalah salah satu penyakit jiwa yang sangat berat.
Dr. Hamid Al-Gaubi mencatat dampak buruk sifat dengki terhadap kesehatan tubuh, antara lain :
1. Gangguan pada kelenjar Pangkreas
2. Menimbulkan penyakit susah tidur (insomnia)
3. Membuat badan merasa letih, capek, tidak ada nafsu makan, berat badan menurun.
4. Timbul rasa nyeri di dada
5. Pusing dan telinga berdengung
6. Dapat memperparah luka lambung
7. Perubahan raut muka yang mengkerut
(sumber : Buku Ensiklopedia Mukjizat Alquran & Hadis; Buku 4: Psikoterapi Islam, hal. 11-17)
Aymie Kholil
sebuah wadah untuk meng-ekspresikan diri
Rabu, 26 Mei 2010
Kamis, 04 Maret 2010
selamat jalan buyaku
buya
kau bimbing langkah ku tatkala tak ada manusia lain yang membimbingku
kau rengkuh aku dalam kasih tanggung jawab seorang imam
kau beri aku motivasi meraih cita yang mulya
kau arahkan kaki menuju himmah yang agung
kemarin.......
ku dengar katamu penuh semangat
kemarin........
ku lihat asamu tanda jiwa yang kuat
kemarin.......
ku rasakan luapan kasih seorang ayah......
kini.......
kau tinggalkan aku
tanpa pesan
dengan banyak kesan
kini......
kau pergi
meninngalkan jiwa-jiwa yang meratapi
esok.........
kan ku arungi hidup ini
sendiri
mandiri
sepi
esok........
ku langkahkan kaki
pasti
seperti katamu
"langkah tegap hanya milik jiwa yang siap"
buya
kau bimbing langkah ku tatkala tak ada manusia lain yang membimbingku
kau rengkuh aku dalam kasih tanggung jawab seorang imam
kau beri aku motivasi meraih cita yang mulya
kau arahkan kaki menuju himmah yang agung
kemarin.......
ku dengar katamu penuh semangat
kemarin........
ku lihat asamu tanda jiwa yang kuat
kemarin.......
ku rasakan luapan kasih seorang ayah......
kini.......
kau tinggalkan aku
tanpa pesan
dengan banyak kesan
kini......
kau pergi
meninngalkan jiwa-jiwa yang meratapi
esok.........
kan ku arungi hidup ini
sendiri
mandiri
sepi
esok........
ku langkahkan kaki
pasti
seperti katamu
"langkah tegap hanya milik jiwa yang siap"
Sabtu, 30 Januari 2010
DI MANAKAH TUHAN SAAT INI
tuhan
dimanakah engkau kini berada
di saat butuh padamu hamba
saat ku cari kau selalu tiada
ketika hambamu tak lagi patuhi
pada syariat yang di bawa nabi
dan lebih memilih yang belum pasti
mengapa kau biarkan itu terjadi?
cobalah lihat yang diperbuatan makhlukmu
di atas bumimu membuat rusak selalu
pada saudaranya ia tak mau tahu
berlagak congkak di atas bumimu
dan coba perhatikan akhlak mereka
kelakuan hewan dengannya tiada beda
nafsu dunia ia jadikan penguasa
punya akal pun tiada lagi berguna
selalu ku lihat setiap hari
caci maki di anggap kreasi
membuka aib sesama melukai hati
aturan agama pun tak lagi di patuhi
tuhan
ku dengar kau pemilik kebijaksanaan
segala takdir engkau yang tentukan
tapi mengapa makhlukmu sombong engkau biarkan?
dimanakah engkau kini berada
di saat butuh padamu hamba
saat ku cari kau selalu tiada
ketika hambamu tak lagi patuhi
pada syariat yang di bawa nabi
dan lebih memilih yang belum pasti
mengapa kau biarkan itu terjadi?
cobalah lihat yang diperbuatan makhlukmu
di atas bumimu membuat rusak selalu
pada saudaranya ia tak mau tahu
berlagak congkak di atas bumimu
dan coba perhatikan akhlak mereka
kelakuan hewan dengannya tiada beda
nafsu dunia ia jadikan penguasa
punya akal pun tiada lagi berguna
selalu ku lihat setiap hari
caci maki di anggap kreasi
membuka aib sesama melukai hati
aturan agama pun tak lagi di patuhi
tuhan
ku dengar kau pemilik kebijaksanaan
segala takdir engkau yang tentukan
tapi mengapa makhlukmu sombong engkau biarkan?
Langganan:
Postingan (Atom)